Alif Lam Qamariah, Alif Lam Syamsyiah, dan Lafadz Jalalah



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dalam membaca Al-Quran tentunya kita perlu mengenal, mempelajari ilmu tajwid yanki tanda-tanda baca dalam tiap huruf atau ayat Al-Quran. Guna tajwid ialah sebagai alat untuk mempermudah dalam mengetahui panjang pendek, melafazkan dan hukum dalam membaca Al-Quran.

Tajwīd (تجويد) secara harfiah mengandung arti melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata ” Jawwada ” (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara melafazkan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran maupun Hadist dan lainnya

BAB II
PEMBAHASAN­

A.  Alif Lam Qamariyah
Alif lam qamariyah (Al qamariyah) atau disebut juga dengan Izhar Qamariyah harus dibaca jelas dan terang. Alif Lam yang dirangkai dengan salah satu huruf Qamariyah maka Alif Lam harus dibaca jelas. Adapun huruf Qamariyah ada 14 huruf, yaitu :
ب ج ح خ ع غ  ف ق ك م و ه ء ي   ا


Contoh :
B.  Alif Lam Syamsyiah
Alif lam Syamsyiah (Al Syamsyiah) atau disebut juga dengan Idgham Syamsyiah. Dikatakan Idgham Syamsyiah karena suara Alif Lam diidgamkan ke dalam huruf Syamsyiah yang ada di hadapannya, sehingga suara alif lam menjadi lebur karena dimasukkan dengan huruf Syamsyiah tersebut. Adapaun huruf syamsyiah ada 14 huruf, yaitu :
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن


Contoh :
C.   Perbedaan Al Qamariyah dan Al Syamsyiah
1.      Al Qamariyah
Pada penulisan Al Qamariyah memakai tanda sukun ( ْ ) pada huruf lam.
Contoh:
اَلْاَحَد  -  اَلْحَمْدُ   -   اَلقَارِعَةَ
2.      Al Syamsyiah
Pada penulisan Al Syamsyiah menggunakan tanda tasydid ( ّ ) pada huruf syamsyiah yang berada di depan Alif Lam.
Contoh :
اَلذِّكْرُ      -       اَلتَّكَاثُرُ  -     اَلثُّلُثُ

D.  Lafadz Jalalah
Lafaz Jalalah adalah istilah dari lafaz Allah ( الله). Pada huruf  (ل)  kata al-jalalah (الله)  mempunyai tanda tasydid dan baris fatha di atasnya. Ia tidak ditandai dengan huruf alif kecil untuk membedakannya dengan ejaan kata Al-Latta.
Kata ini dilafaz dengan tebal atau tipis menurut baris huruf yang sebelumnya. Cara membacanya ada dua macam, yaitu:
1.      Jika huruf sebelumnya berbaris fatha atau dhamma, maka harus Lam hendaklah dilafadz dengan tebal, cara membacanya yaitu dengan posisi bibir sedikit terbuka dan daun lidah ditempelkan pada bagian langit-langit atas. Cara membacanya yaitu apabila lafadz jalalah terletak:

a.       Di awal kalimat (Mubtada’)
Contoh: اللهُ الصَّمَدُ
b.      Setelah huruf berbaris fatha ( َ)
Contoh:
إِذأخَذَ اللهُ  -   رَدَّاللهُ    -   لَنْ يُخْرِجَ اللهُ
 رَسُولُ اللهِ نَا قَةَ اللهِ وَسُقْيَاهَا
c.       Setelah huruf berbaris dhamma ( ُ)
Contoh  :
أِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ
يُرِ يْدُ اللهُ   -    نَصْرُاللهِ

2.      Jika huruf sebelumnya berbaris kasrah, maka huruf Lam hendaklah dilafadz dengan tepis. Cara membacanya yaitu dengan menarik bibir sedikit mundur sehinggak tampak seperti agak meringis, lafadz terletak sesudah huruf yang berbaris kasrah (ِ).
Contoh:
لِغَيْرِ اللَهُ   -   مِنْ رَوْحِ اللَهُ
آيَا تِ اللهُ    -    فِي دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pemaparan makalah di atas, dapat kita simpulkan bahwa Alif Lam Qamariyah yang dirangkai dengan salah satu huruf Qamariyah harus dibaca jelas dan terang. Adapun huruf Qamariyah ada 14 huruf, yaitu :ا  ب  ج  ح  خ  ع  غ  ف  ق  ك  م  و  ه  ء  ي
Alif lam Syamsyiah harus dibaca lebur karena dimasukkan dengan huruf Syamsyiah tersebut. Adapaun huruf syamsyiah ada 14 huruf, yaitu : ت  ث  د  ذ  ر  ز  س  ش  ص  ض  ط  ظ  ل  ن
Lafaz Jalalah adalah istilah dari lafaz Allah ( الله). Pada huruf  (ل)  kata al-jalalah (الله)  mempunyai tanda tasydid dan baris fatha di atasnya. Ia tidak ditandai dengan huruf alif kecil untuk membedakannya dengan ejaan kata Al-Latta. Kata ini dilafaz dengan tebal atau tipis menurut baris huruf yang sebelumnya.

B.     Saran

Dari pemaparan makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dalam membaca dan tentunya dalam pemperbaiki bacaan dalam Al-Quran, dan saya selaku mahasiswa masih dalam proses belajar menyadari masih banyak kesalahan dan jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritik dan saran sangat kami butuhkan dalam penyempurnaan makalah ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Sentralisasi dan Desentralisasi

Knowledge Manajemen

Makalah Ushul Fiqh : Penalaran Ta'lili, Qiyas, dan Istihsan