Mata Kuliah Metodelogi Studi Islam: Pengantar Pendidikan





Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Pengantar Pendidikan”.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak selaku pembimbing mata kuliah Metodologi Studi Islam yang telah memberikan bimbingan dan semua pihak yang telah membantu, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh nilai tugas kelompok pada pembelajaran ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi sususan kalimat, tata bahasa, maupun dalam pemateri yang kami buat.  Oleh karena itu kami sangat membutuhkan saran dan kritik dari kawan-kawan agar dapat membantu memperbaiki makalah ini. Dan kami berharap semoga makalah ini bermanfaat dan memberi tambahan ilmu bagi kawan-kawan dan kami khususnya.





Banda Aceh, 08 Juni 2017




Kelompok VI
 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1
A.    Latar Belakang........................................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................................... 1
C.     Tujuan Penulisan..................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 2
A.    Pengertian Pendidikan............................................................................................ 2
B.     Konsep Dasar Pendidikan...................................................................................... 3
C.     Aliran-aliran Ilmu Pendidikan................................................................................ 3
D.    Faktor-faktor Pendidikan....................................................................................... 4
E.     Unsur-unsur Pendidikan......................................................................................... 6
F.      Tujuan dan Proses Pendidikan................................................................................ 7
BABA III PENUTUP
A.    Kesimpulan............................................................................................................. 8
B.     Saran....................................................................................................................... 8







BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi, pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun, manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik kemudian ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memelihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan pengantar pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan ialah proses perubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri. Dalam pendidikan terdapat dua subjek pokok yang saling berinteraksi, kedua subjek itu alah apendidik dan subjek didik. Subjek-subjek itu tida harus selalu manusia, tetapi dalam berupa media atau alat-alat pendidikan. Sehingga pada pendidikan terjadi interaksi antara pendidik dengan subjek didik guna mencapai tujuan pendidikan. Menurut wadah yang menyelenggarakan pendidikan, pendidikan dapat dibedakan pendidikan formal, informal, dan nonformal.
Pendidikan formal adalah segala bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik bersifat umm maupun bersifat khusus. Pendidikan informal adalah jenis pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik bersifat umum maupun khusus, pendidikan informal adalah jenis pendidikan atau pelatihan yang terdapat di dalam keluarga atau masyarakat yang diselenggarakan tanpa ada organisasi tertentu (bukan organisasi). Pendidikan nonformal adalah segala bentuk pendidikan yang diberikan secara terorganisasi setiap diluar wadah pendidikan formal.



B.   Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Pendidikan?
2.      Apa saja konsep dasar Pendidikan?
3.      Apa saja aliran-aliran ilmu Pendidikan?
4.      Apa saja faktor-faktor Pendidikan?
5.      Apa saja unsur-unsur Pendidikan?
6.      Apa saja tujuan dan proses Pendidikan?

C.   Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian Pendidikan.
2.      Untuk mengetahui konsep dasar Pendidikan.
3.      Untuk mengetahui aliran-aliran ilmu Pendidikan.
4.      Untuk mengetahui faktor-faktor Pendidikan.
5.      Untuk mengetahui unsur-unsur Pendidikan.
6.      Untuk mengetahui tujuan dan proses Pendidikan.

  



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Pendidikan
Pendidikan berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan me sehingga menjadi “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991: 232). Selanjutnya pengertian “pendidikan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses perubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Dalam pengertian yang agak luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam pengertian yang luas dan representatif (mewakili/mencerminkan segala segi), pendidikan ialah … the total process of developing human abilities and behaviors, drawing on almost all life’s expriences  (Tardif, 1987). (Seluruh tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan perilaku-perilaku manuasia dan juga proses penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan).
Pendidikan juga diartikan sebagai usaha dasar dan rencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Subjek, objek, atau sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu manusia untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiannya.



B.   Konsep Dasar Pendidikan
Ada beberapa konsepsi dasar pendidikan yang akan dilaksanakan yaitu:
1.       Pendidikan berlangsung seumur hidup
2.      Tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
3.      Pendidikan merupakan suatu keharusan, karena dengan pendidikan manusia akan memiliki kemampuan dan kepribadian yang berkembang.
Pemahaman terhadap pemikiran-pemikiran penting dalam pendidikan akan membekali tenaga kependidikan dengan wawasan kesejarahan, yakni kemampuan memahami kaitan antara spengalaman-pengalaman masa lampau, tuntutan dan kebutuhan masa kini serta perkiraan atau antisipasi itu disebut aliran-aliran pendidikan.

C.   Aliran-aliran Ilmu Pendidikan
1.      Empirisme
Tokoh utamanya adalah Jhon Locke (1632-1704). Nama asli aliran ini adalah The School Of British Empirism (aliran empirisme inggris). Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata tergantung pada faktor lingkungan.
Doktrin aliran ini yang sangat mashur adalah tabula asa, yang berarti buku tulis yang kosong atau lembaran kosong. Tabula asa menekankan arti penting pengalaman, lingkungan dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia semata-mata bergantung pada pengalaman dan lingkungan pendidikannya.

2.      Nativisme
Istilah nativisme berasal dari kata natives yang artinya terlahir. Tokoh utama aliran ini adalah Arthur Schopenhauer (1788-1869), seorang filosofis jerman.  Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa manusia sejak lahir, pembawaannya yang telah terdapat pada waktu lahir itulah yang menentukan hasil perkembangannya.


3.      Naturalisme
Nature artinya alam atau yang dibawa sejak lahir. Aliran ini dipelopori filosofbah prancis JJ. Rousseau (1712-1778). Naturalisme berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik, dan tidak satupun dengan pembawaan buruk. 

4.      Konvergensi
Aliran konvergensi merupakan gabungan dari aliran-aliran empirisme, nativisme, dan  naturalisme. Aliran ini mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah tergantung pada dua faktor, yaitu bakat dan lingkungan. Pelopor aliran ini adalah William Stern (1871-1939).

D.    Faktor-faktor Pendidikan
Dalam aktivitas ada beberapa faktor pendidikan yang membentuk pola interaksi atau saling mempengaruhi. Adapun pendidikan tersebut meliputi:
1.      Faktor Tujuan
Setiap kegiatan apapun bentuk dan jenisnya sadar atau tidak sadar selalu diharapkan kepada tujuan yang ingin dicapai. Bagaimanapun segala sesuatu atau usaha yang tidak mempunyai tujuan tidak akan mempunyai arti apap-apa, dengan demikian tujuan merupakan faktor yang sangat menentukan. Fungsi tujuan bagi pendidikan sebagai berikut:
·         Sebagai arah pendidikan
·         Tujuan sebagai titik akhir
·         Tujuan sebagai titik pangkal mencapai tujuan lain
·         Memberi nilai pada usaha yang dilakukan

2.      Faktor Pendidik
Dalam hal ini dapat membedakan pendidikan itu menjadi 2 kategori, yaitu:
a.       Pendidik menurut kodrati, yaitu orang tua.
b.      Pendidik menurut jabatan, yaitu guru.
Pendidik yang bersifat kodrati dan sebagai orng tuawajib pertama sekali memberikan didikan kepada anaknya, selain asuhan kasih sayang, perhatian dan sebagainya. Sedangkan menerima tanggung jawab dari tiga pihak yaitu orang tua masyarakat dan negara. Tanggung jawab orang tua di terima guru atas kepercayaan yang mampu memberi pendidikan dan pengajaran dan diharafkan pula dari pribadi guru dapat memancarkan sikap sikap yang normatif baik, sebagai kelanjutan dari sikap dan sifat orang tua.

3.      Faktor Peserta Didik
Adalah orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan aktivitas pendidikan. Peserta didik sebagai manusia yang belum dewasa merasa tergantung kepada pendidikannya, peserta didik merasa bahwa ia memiliki kekurangan-kekurangan tertentu, ia menyadari bahwa kemampuan masih sangat dibandingkan dengan kemampuan pendidikannya.

4.      Faktor Alat Pendidikan
Yang dimaksud dengan alat pendidikan adalah suatu tindakan atau situasi yang sengaja diadakan untuk tercapainya suatu tujuan pedidikan tertentu. Alat pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.

5.      Faktor Metode Pendidikan
Agar interaksi dapat berlangsung baik dan tercapai tujuan, maka disamping dibutuhkan pemilihan materi yang tepat, perlu dipilih metode yang tepat pula. Metode adalah cara menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pendidikan.

6.      Faktor Lingkungan
Faktof lingkungan adalah yang meliputi kondisi dan alam dunia yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan dan perkembangan manusia. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik. Sebab bagaimanapun anak tinggal dalam suatu lingkungan yang didasari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup beberapa hal yaitu tempat, kebudayaan, dan kelompok hidup bersama keluarga.
Menurut Ki Hajar Dewantara, lingkungan-lingkungan tersebut meliputi lingkungan keluarga, limgkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda yang ia sebut dengan tri pusat pendidikan.

7.      Faktor Materi Pendidikan
Ini merupakan suatu faktor berupa materi yang akan di ajarkan oleh pendidik dan diterima oleh peserta didik. Materi pendidikan diharapkan merupakan suatu materi yang segar dan update selain itu juga harus mudah dicerna dan interaktif. Jadi terdapat timbal balik antara pendidik dan peserta dalam melakukan pelajaran.

E.    Unsur-unsur Pendidikan
Proses pendidikan melibatkan banyak hal, yaitu:
1)      Subjek yang dibimbing (peserta didik)
2)      Orang yang membimbing (pendidik)
3)      Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
4)      Kea rah mana bimbingan ditunjukan (tujuan pendidikan)
5)      Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6)      Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)
7)      Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkurangan pendidikan)

F.    Tujuan dan Proses Pendidikan
a.       Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fingsi, yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
b.      Proses Pendidikan
Proses pendidikan merupaka kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Adapun tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

Ada tiga macam kehidupan keluarga yang sangat berpengaruh dalam proses belajar pendidikan di sekolah:
a)      Keluarga yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi perkembangan anak, orang tua dari lingkungan keluarga yang demikian akan selalu mendorong demi kemajuan anak.
b)      Keluarga yang acuh tak acuh terhadap pendidikan anak, keluarga yang semacam ini tidak mengabaikan peran untuk mendorong atau melarang terhadap kegiatan yang dijalani anak.
c)      Keluarga yang anti pati terhadap dampak dari keberadaan pendidikan di sekolah atau di masyarakat sekitarnya. Orang tua dari keluarga yang semacam ini akan menghalangi dan menyikapi dengan kebencian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh anaknya.






BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. Pendidikan juga diartikan sebagai usaha dasar dan rencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri.
Adapun aliran-aliran ilmu pendidikan ada empat, yaitu empirisme, nativisme, naturalism, konvergensi. Dalam aktivitas ada beberapa faktor pendidikan yang membentuk pola interaksi atau saling mempengaruhi. Adapun pendidikan tersebut meliputi: faktor tujuan, faktor pendidik, faktor peserta didik, faktor alat pendidikan, faktor metode pendidikan, faktor lingkungan faktor materi pendidikan.
Proses pendidikan dalam unsur-unsur pendidikan melibatkan banyak hal, yaitu: Subjek yang dibimbing (peserta didik), orang yang membimbing (pendidik), interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif), kearah mana bimbingan ditunjukan (tujuan pendidikan), pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan), cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode), dan tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkurangan pendidikan).

B.     Saran
Kami selaku mahasiswa menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini dan masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritik dan saran sangat kami butuhkan dalam penyempurnaan makalah ini. Dan kami berharap semoga makalah ini bermanfaat dan memberi tambahan ilmu pengetahuan bagi kawan-kawan dan kami khususnya.








Daftar Pustaka
......
.....
......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Sentralisasi dan Desentralisasi

Knowledge Manajemen

Makalah Ushul Fiqh : Penalaran Ta'lili, Qiyas, dan Istihsan