Mata Kuliah Metodelogi Studi Islam: Pengantar Pendidikan
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang, kami panjatkan puja syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Pengantar
Pendidikan”.
Kami mengucapkan
terima kasih kepada Bapak selaku pembimbing mata kuliah Metodologi Studi
Islam yang telah memberikan bimbingan dan semua pihak yang telah membantu, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan sebaik-baiknya dalam
rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh nilai tugas kelompok pada
pembelajaran ini.
Terlepas
dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan baik
dari segi sususan kalimat, tata bahasa, maupun dalam pemateri yang kami
buat. Oleh karena itu kami sangat membutuhkan saran dan kritik dari kawan-kawan
agar dapat membantu memperbaiki makalah ini. Dan kami berharap semoga makalah
ini bermanfaat dan memberi tambahan ilmu bagi kawan-kawan dan kami khususnya.
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................
i
DAFTAR ISI...........................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................
1
A. Latar Belakang........................................................................................................
1
B. Rumusan Masalah...................................................................................................
1
C. Tujuan Penulisan.....................................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................
2
A. Pengertian Pendidikan............................................................................................
2
B. Konsep Dasar Pendidikan......................................................................................
3
C. Aliran-aliran Ilmu Pendidikan................................................................................
3
D. Faktor-faktor Pendidikan.......................................................................................
4
E. Unsur-unsur Pendidikan.........................................................................................
6
F. Tujuan dan Proses Pendidikan................................................................................
7
BABA III PENUTUP
A. Kesimpulan.............................................................................................................
8
B. Saran.......................................................................................................................
8
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang
bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi, pendidikan tidak terlepas dari
segala kegiatan manusia. Dalam
kondisi apapun, manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan
diambil dari kata dasar didik kemudian ditambah imbuhan menjadi mendidik.
Mendidik berarti memelihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan
pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan pengantar
pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan ialah proses
perubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Pada hakikatnya pendidikan adalah
usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri. Dalam pendidikan terdapat
dua subjek pokok yang saling berinteraksi, kedua subjek itu alah apendidik dan
subjek didik. Subjek-subjek itu tida harus selalu manusia, tetapi dalam berupa
media atau alat-alat pendidikan. Sehingga pada pendidikan terjadi interaksi
antara pendidik dengan subjek didik guna mencapai tujuan pendidikan. Menurut
wadah yang menyelenggarakan pendidikan, pendidikan dapat dibedakan pendidikan
formal, informal, dan nonformal.
Pendidikan formal adalah segala
bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan
berjenjang, baik bersifat umm maupun bersifat khusus. Pendidikan informal
adalah jenis pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan
berjenjang, baik bersifat umum maupun khusus, pendidikan informal adalah jenis
pendidikan atau pelatihan yang terdapat di dalam keluarga atau masyarakat yang
diselenggarakan tanpa ada organisasi tertentu (bukan organisasi). Pendidikan
nonformal adalah segala bentuk pendidikan yang diberikan secara terorganisasi
setiap diluar wadah pendidikan formal.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian Pendidikan?
2. Apa saja konsep dasar Pendidikan?
3. Apa saja aliran-aliran ilmu Pendidikan?
4. Apa saja faktor-faktor Pendidikan?
5.
Apa saja unsur-unsur Pendidikan?
6.
Apa saja tujuan dan proses Pendidikan?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui
pengertian Pendidikan.
2.
Untuk
mengetahui konsep dasar
Pendidikan.
3.
Untuk
mengetahui aliran-aliran ilmu Pendidikan.
4.
Untuk
mengetahui faktor-faktor Pendidikan.
5.
Untuk
mengetahui unsur-unsur Pendidikan.
6.
Untuk
mengetahui tujuan dan proses Pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pendidikan
Pendidikan berasal dari kata
“didik”, lalu kata ini mendapat awalan me sehingga menjadi “mendidik”,
artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan
diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan
pikiran (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991: 232). Selanjutnya pengertian
“pendidikan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses perubahan
sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Dalam pengertian yang agak luas,
pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu
sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang
sesuai dengan kebutuhan. Dalam pengertian yang luas dan representatif
(mewakili/mencerminkan segala segi), pendidikan ialah … the total process of
developing human abilities and behaviors, drawing on almost all life’s
expriences (Tardif, 1987). (Seluruh
tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan perilaku-perilaku manuasia dan
juga proses penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan).
Pendidikan juga diartikan sebagai
usaha dasar dan rencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Subjek, objek, atau sasaran pendidikan adalah
manusia. Pendidikan bermaksud membantu manusia untuk menumbuhkembangkan
potensi-potensi kemanusiannya.
B.
Konsep Dasar
Pendidikan
Ada beberapa konsepsi dasar pendidikan yang akan dilaksanakan
yaitu:
1.
Pendidikan berlangsung seumur hidup
2.
Tanggung jawab
pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan
pemerintah.
3.
Pendidikan
merupakan suatu keharusan, karena dengan pendidikan manusia akan memiliki
kemampuan dan kepribadian yang berkembang.
Pemahaman
terhadap pemikiran-pemikiran penting dalam pendidikan akan membekali tenaga
kependidikan dengan wawasan kesejarahan, yakni kemampuan memahami kaitan antara
spengalaman-pengalaman masa lampau, tuntutan dan kebutuhan masa kini serta
perkiraan atau antisipasi itu disebut aliran-aliran pendidikan.
C.
Aliran-aliran Ilmu Pendidikan
1.
Empirisme
Tokoh utamanya adalah Jhon Locke (1632-1704).
Nama asli aliran ini adalah The School Of British Empirism (aliran
empirisme inggris). Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata
tergantung pada faktor lingkungan.
Doktrin aliran ini yang sangat
mashur adalah tabula asa, yang berarti buku tulis yang kosong atau lembaran
kosong. Tabula asa menekankan arti penting pengalaman, lingkungan dan
pendidikan dalam arti perkembangan manusia semata-mata bergantung pada
pengalaman dan lingkungan pendidikannya.
2.
Nativisme
Istilah nativisme berasal dari kata
natives yang artinya terlahir. Tokoh utama aliran ini adalah Arthur
Schopenhauer (1788-1869), seorang filosofis jerman. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan
manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa manusia sejak lahir,
pembawaannya yang telah terdapat pada waktu lahir itulah yang menentukan hasil
perkembangannya.
3.
Naturalisme
Nature artinya alam atau yang dibawa
sejak lahir. Aliran ini dipelopori filosofbah prancis JJ. Rousseau (1712-1778).
Naturalisme berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan
baik, dan tidak satupun dengan pembawaan buruk.
4.
Konvergensi
Aliran konvergensi merupakan gabungan
dari aliran-aliran empirisme, nativisme, dan
naturalisme. Aliran ini
mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah tergantung pada
dua faktor, yaitu bakat dan lingkungan. Pelopor aliran ini adalah William Stern
(1871-1939).
D.
Faktor-faktor Pendidikan
Dalam
aktivitas ada beberapa faktor pendidikan yang membentuk pola interaksi atau
saling mempengaruhi. Adapun pendidikan tersebut meliputi:
1.
Faktor Tujuan
Setiap kegiatan apapun bentuk dan
jenisnya sadar atau tidak sadar selalu diharapkan kepada tujuan yang ingin
dicapai. Bagaimanapun segala sesuatu atau usaha yang tidak mempunyai tujuan
tidak akan mempunyai arti apap-apa, dengan demikian tujuan merupakan faktor
yang sangat menentukan. Fungsi tujuan bagi pendidikan sebagai berikut:
·
Sebagai arah
pendidikan
·
Tujuan sebagai
titik akhir
·
Tujuan sebagai
titik pangkal mencapai tujuan lain
·
Memberi nilai
pada usaha yang dilakukan
2.
Faktor Pendidik
Dalam hal ini dapat membedakan
pendidikan itu menjadi 2 kategori, yaitu:
a.
Pendidik
menurut kodrati, yaitu orang tua.
b.
Pendidik
menurut jabatan, yaitu guru.
Pendidik yang bersifat kodrati dan sebagai orng tuawajib pertama
sekali memberikan didikan kepada anaknya, selain asuhan kasih sayang, perhatian
dan sebagainya. Sedangkan menerima tanggung jawab dari tiga pihak yaitu orang
tua masyarakat dan negara. Tanggung jawab orang tua di terima guru atas
kepercayaan yang mampu memberi pendidikan dan pengajaran dan diharafkan pula
dari pribadi guru dapat memancarkan sikap sikap yang normatif baik, sebagai
kelanjutan dari sikap dan sifat orang tua.
3.
Faktor Peserta
Didik
Adalah orang yang menerima pengaruh
dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan aktivitas pendidikan.
Peserta didik sebagai manusia yang belum dewasa merasa tergantung kepada
pendidikannya, peserta didik merasa bahwa ia memiliki kekurangan-kekurangan
tertentu, ia menyadari bahwa kemampuan masih sangat dibandingkan dengan
kemampuan pendidikannya.
4.
Faktor Alat Pendidikan
Yang dimaksud dengan alat pendidikan
adalah suatu tindakan atau situasi yang sengaja diadakan untuk tercapainya
suatu tujuan pedidikan tertentu. Alat pendidikan merupakan faktor pendidikan
yang sengaja dibuat dan digunakan demi mencapai tujuan pendidikan yang
diinginkan.
5.
Faktor Metode
Pendidikan
Agar interaksi dapat berlangsung
baik dan tercapai tujuan, maka disamping dibutuhkan pemilihan materi yang
tepat, perlu dipilih metode yang tepat pula. Metode adalah cara menyampaikan
materi untuk mencapai tujuan pendidikan.
6.
Faktor Lingkungan
Faktof lingkungan adalah yang
meliputi kondisi dan alam dunia yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi
tingkah laku, pertumbuhan dan perkembangan manusia. Meskipun lingkungan tidak
bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang
sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik.
Sebab bagaimanapun anak tinggal dalam suatu lingkungan yang didasari atau tidak
pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup beberapa hal
yaitu tempat, kebudayaan, dan kelompok hidup bersama keluarga.
Menurut Ki Hajar Dewantara, lingkungan-lingkungan tersebut meliputi
lingkungan keluarga, limgkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda yang
ia sebut dengan tri pusat pendidikan.
7.
Faktor Materi
Pendidikan
Ini merupakan suatu faktor berupa materi yang akan di ajarkan oleh
pendidik dan diterima oleh peserta didik. Materi pendidikan diharapkan
merupakan suatu materi yang segar dan update selain itu juga harus mudah
dicerna dan interaktif. Jadi terdapat timbal balik antara pendidik dan peserta
dalam melakukan pelajaran.
E. Unsur-unsur Pendidikan
Proses pendidikan melibatkan banyak hal, yaitu:
1) Subjek yang dibimbing (peserta didik)
2) Orang yang membimbing (pendidik)
3) Interaksi antara peserta didik dengan
pendidik (interaksi edukatif)
4) Kea rah mana bimbingan ditunjukan (tujuan
pendidikan)
5) Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan
(materi pendidikan)
6) Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat
dan metode)
7) Tempat dimana peristiwa bimbingan
berlangsung (lingkurangan pendidikan)
F. Tujuan dan Proses Pendidikan
a.
Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan memuat
gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk
kehidupan. Pendidikan memiliki dua fingsi, yaitu memberikan arah kepada segenap
kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap
kegiatan pendidikan.
b.
Proses Pendidikan
Proses pendidikan merupaka
kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada
pencapaian tujuan pendidikan. Adapun tujuan utama pengelolaan proses pendidikan
yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
Ada tiga macam
kehidupan keluarga yang sangat berpengaruh dalam proses belajar pendidikan di
sekolah:
a) Keluarga yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi perkembangan
anak, orang tua dari lingkungan keluarga yang demikian akan selalu mendorong
demi kemajuan anak.
b) Keluarga yang acuh tak acuh terhadap pendidikan anak, keluarga yang
semacam ini tidak mengabaikan peran untuk mendorong atau melarang terhadap
kegiatan yang dijalani anak.
c) Keluarga yang anti pati terhadap dampak dari keberadaan pendidikan
di sekolah atau di masyarakat sekitarnya. Orang tua dari keluarga yang semacam
ini akan menghalangi dan menyikapi dengan kebencian terhadap kegiatan yang
dilakukan oleh anaknya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan
metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan
cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. Pendidikan
juga diartikan sebagai usaha dasar dan rencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
diri.
Adapun aliran-aliran ilmu pendidikan ada empat, yaitu empirisme, nativisme, naturalism, konvergensi. Dalam aktivitas
ada beberapa faktor pendidikan yang membentuk pola interaksi atau saling
mempengaruhi. Adapun pendidikan tersebut meliputi: faktor
tujuan, faktor pendidik, faktor
peserta didik, faktor alat pendidikan, faktor
metode pendidikan, faktor lingkungan faktor
materi pendidikan.
Proses pendidikan dalam unsur-unsur pendidikan melibatkan banyak hal,
yaitu: Subjek yang dibimbing (peserta didik), orang yang membimbing (pendidik),
interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif), kearah
mana bimbingan ditunjukan (tujuan pendidikan), pengaruh yang diberikan dalam
bimbingan (materi pendidikan), cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan
metode), dan tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkurangan
pendidikan).
B. Saran
Kami selaku mahasiswa menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak
kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini dan masih jauh dari kata sempurna,
maka dari itu kritik dan saran sangat kami butuhkan dalam penyempurnaan makalah
ini. Dan kami berharap semoga makalah ini bermanfaat dan memberi tambahan ilmu
pengetahuan bagi kawan-kawan dan kami khususnya.
Daftar Pustaka
......
.....
......
Komentar
Posting Komentar