Marketing for Libraries


Marketing for Libraries

Hasil gambar untuk marketing libraries

A. Marketing for Libraries

    Kata marketing berasal dari kata "Market" yang berarti pasar. Marketing merupakan  suatu usaha atau proses memasarkan jasa atau produk dan mengkomunikasikannya kepada konsumen. Istilah marketing sering dikenal dengan pemasaran.

    Marketing for libraries dikenal dengan istilah pemasaran perpustakaan. Menurut Kotler (1982), konsep pemasaran untuk organisasi nonprofit seperti perpustakaan  sebenarnya lebih banyak terkait dengan produk jasa daripada produk barang. Perlunya pemasaran bagi perpustakaan karen ainformasi dan jasa dapat dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan seperti barang-barang lain. Sedangkan informasi dan jasa apabila diberikan kepada orang lain maka tidak akan berkurang dari pemiliknya bahkan semakin banyak yang memanfaatkannya berarti semakin tinggi nilainya.

    Usaha-usaha pemasaran yang sukses tergantung pada kualitas keunggulan dari produk/jasa yang ditawarkan oleh perpustakaan harus berorientasi kepada kebutuhan pengguna.


B. Personal and Institution Branding

1. Personal Branding
    Branding berasal dari kata "brand" yang berarti merek. Brand atau merek adalah nama, istilah, dan lambang yang digunakan oleh suatu produk untuk membedakan dengan produk lainnya. Merek juga dapat digunakan sebagai identitas pengenal suatu produk.

    Sedangkan personal branding adalah sebuah upaya dalam membrand-kan atau menjadikan diri kita sendiri sebagai brand yang akan dikenal oleh orang lain dengan disertai keunggulan atau kualitas yang dimiliki yang nantinya menjadi pembeda antara satu orang dengan orang lain.

    Ada beberapa tahapan dalam melakukan personal branding, yaitu;

  1. Integrasi diri
  2. Direferensi
  3. Attitude
  4. Komunikasi

2. Institutional Branding
    Institutional Branding adalah usaha membrandkan sebuah institusi yang berupa kelebihan yang dimiliki institusi tersebut kepada pihak lain. Institusional branding perpustakaan dipengaruhi oleh baik tidaknya personal branding yang dimilik oleh pustakawan. Pustakawan yang mempunyai karakter baik, mengenali potensi diri, memiliki komitmen dan kreativitas yang baik dalam membangun brand perpustakaan. Dengan personal branding yang dimiliki oleh pustakawan akan mempermudah suatu perpustakaan dalam meraih institusional branding.


C. Personal Branding Dalam Konteks Kepustakawanan
     Personal branding pustakawan adalah image yang kuat dari seorang pustakawan dengan kemampuan pendidikan kepustakawanan yang dimilikinya untuk mengangkat nama (brand) perpustakaan yang dinaunginya. Ada tiga dimensi utama pembentukan personal branding, yaitu:
  1. Kompetensi atau kemampuan individu
  2. Style
  3. Standar 
     Dekapan hal konsep utama yang menjadi acuan dalam membangun suatu personal branding seseorang, yaitu:
1. Spesialisasi (The Law of Soecialization)
    Spesialisasi dapat dipakukan pada satu atau beberapa cara, yaitu:
    a. Ability : strategi, visi, dan prinsip-prinsip awal baik yang ada pada diri seorang pustakawan
    b. Behavior : keterampilan dalam memimpin
    c. Lifestyle : gaya hidup yang baik
    d. Mission : misalnya dengan melihat orang lain melebihi persepsi mereka sendiri 
    e. Product : pustakawan mampu menciptakan suatu perpustakaan yang menabjubkan 
    f. Profession-niche whitin niche : pustakawan mampu menjadi pelatih kepemimpinan yang juga seorang psychoteraphist
    g. Services : pustakawan berperan menjadi konsultan perpustakaan yang dapat melayani kebutuhan pemustaka
2. Kepemimpinan (The Law of Leadership)
3. Kepribadian (The Law of Personality)
4. Perbedaan (The Law of Distinctivesness)
5. The Law of Visibility
6. Kesatuan (The Law of Unity)
7. Ketangguhan (The Law of Persistence)
8. Nama Baik (The Law of Goodwill)


Sekian untuk materi Marketing for Libraries

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Sentralisasi dan Desentralisasi

Knowledge Manajemen

Makalah Ushul Fiqh : Penalaran Ta'lili, Qiyas, dan Istihsan