Layanan Membaca di Perpustakaan





Assalamualaikum, sahabat surge


Sebagai seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di bidang ilmu perpustakaan, disini saya akan membagikan sedikit informasi mengenai layanan pembaca yang ada di perpustakaan.
Mungkin sebagian besar dari kalian pasti sering berkunjung ke perpustakaan, bukan?
Namun tak ayal, banyak pengunjung perpustakan yang tidak tau mengenai layanan apa saja yang ada di perpustakaan.

Untuk mengetahuinya, yuk simak.


Sebelum kita membahas lebih rinci mengenai pelayanan pembaca, tidak afdol jika kita mengetahu latar belakangnya terlebih dahulu.
Perpustakaan sebagai salah satu lembaga penyedia informasi yang semakin hari semakin mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Harapan untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat berada pada pundak perpustakaan dan pengelolanya. Menurut William S. di perpustakaan Princeton University di Amerika Serikat, mutu suatu perpustakaan diukur dari kemampuannya memberikan buku yang tepat kepada peminat pada saat buku tersebut dikehendaki. Dapat juga dikatakan bahwa suatu perpustakaan dianggap bermutu apabila memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan benar kepada pemakainya. Selain itu perpustakaan yang baik dapat dilihat dari pelayanannya dan bahan informasinya. Agar bahan informasi yang dikelola perpustakaan dan fasilitas yang disediakan lebih berdayaguna, maka perlu usaha untuk memberdayakan secara optimal. Upaya pemberdayaan ini dapat berupa penyediaan jasa sirkulasi, baca di tempat, pelayanan rujukan, penelusuran literature, penyajian informasi dan layanan lainnya.
Layanan pembaca menjadi tolak ukur bagi keberhasilan kerja suatu perpustakaan, namun tugas layanan tidak mungkin berdiri sendiri, tetapi harus didukung oleh tugas pembinaan koleksi yang menyangkut pengadaan, pengolahan, dan pemeliharaan koleksi. Oleh karena itu, pengukuran keberhasilan suatu perpustakaan tidak boleh hanya dengan melihat dari sisi pelayanannya saja. Tetapi juga pembinaan koleksi.


Adapun pembahasan mengenai pelayanan pembaca di perpustakaan ialah:


A.    Faktor-faktor Pendukung Layanan Perpustakaan
1.      Koleksi
Koleksi/ bahan pustaka merupakan faktor utama dalam layanan perpustakaan. Bahan pustaka dapat dilihat dari jenis dan bentuknya. Jenis bahan pustaka meliputi koleksi tercetak dan noncetak.
2.      User atau Pengguna
User atau pengguna adalah masyarakat yang datang untuk memanfaatkan koleksi yang ada. Agar dapat memberikan layanan yang baik maka pengelola perpustakaan harus memperhatikan latar belakang pengguna seperti usia, jenis kelamin, kedudukan/ jabatan, pendidikan dan lainnya.
3.      Tenaga atau Pengelola Perpustakaan
Dalam hal ini perlu dibedakan antara tenaga fungsional (pustakawan) dengan tenaga administrasi (nonpustakawan). Disamping itu, perlu diperhatikan bahwa pengelola perpustakaan sebaiknya memiliki ilmu pendidikan tentang kepustakawanan, keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi, memiliki keterampilan dalam berbahasa, dan mengetahui kebutuhan pemakainya.
4.      Fasilitas
Fasilitas merupakan sarana dan prasarana yang disediakan oleh perpustakaan demi memberikan layanan kepada user berupa gedung atau ruangan, peralatan komunikasi, peralatan teknologi informasi dan rambu-rambu perpustakaan.
5.      Dana atau Anggaran
Dana atau anggaran merupakan kesiapan yang dapat dipakai dalam segala kegiatan di perpustakaan yang dapat diperoleh dari APBN, subsidi yayasan, donatur, sponsorship, maupun masyarakat.
6.      Managemen
Managemen merupakan sistem perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan serta evaluasi kegiatan di perpustakaan yang meliputi kebijakan pengambilan keputusan (decision maker).

B.     Sistem Layanan di Perpustakaan
1.      Sistem Layana Terbuka
Layanan terbuka (open acces) adalah sistem layana yang memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk ke ruang koleksi untuk melihat-lihat, membuka buku pustaka, dan mengambilnya dari tempat penyimpanan untuk dibaca di tempat atau dipinjamkan untuk dibawa pulang. Pedoman untuk mengatur sistem terbuka antara lain:
a.       Penataan koleksinya secara sistematis atau menurut nomor  klasifikasi, sehingga pengunjung mudah mencari dan menemukan bahan bahan pustaka yang dibutuhkan.
b.      Rambu-rambu, maksudnya diberikan petunjuk arah pencarian suatu bahan pustaka biasanya dalam bentuk panas atau tulisan.
c.       Tata ruang harus baik, sehingga memungkinkan pengawasan petugas kepada setiap pengunjung secara seksama (dapat diawasi secara langsung).
d.      Katalog perpustakaan, meskipun pengunjung dapat memilih sendiri bahan pustaka secara langsung di rak, tetapi katalog perpustakaan tetap diperlakukan dan harus ada.

2.      Sistem Layanan Tertutup
Layanan tertutup (close acces) adalah suatu sistem yang tidak memperbolehkan pengunjung perpustakaan untuk untuk masuk ke ruang koleksi. Pemustaka menggunakan katalog dalam memilih bahan pustaka dan diambilkan oleh pustakawan. Pedoman untuk mengatur layanan tertutup antara lain:
a.       Penataan koleksi tidak harus ditata menurutklasifikasi, namun bisa juga menurut nomor urut saja.
b.      Tata ruang, berhubung pengunjung tidak diperbolehkan masuk, ruang koleksi dipisahkan dengan ruang pengunjung, dan keuntungannya kemanannya lebih terjamin.
c.       Katalog perpustakaan sangat diperlukan karena sebagai alat untuk mencari suatu bahan pustaka yang akan dipinjam atau dikembalikan.

C.     Macam-macam Layanan Pembaca
1.      Layana Peminjaman Pengembalian
Pelayanan peminjaman pengembalian adalah kegiatan yang berupa pemberian bantuan kepada pemakai perpustakaan dalam proses peminjaman pengembalian bahan pustaka, biasanya disebut dengan istilat “sirkulasi”. Setiap perpustakaan pasti punya kegiatan ini, meskipun tidak semua perpustakaan meminjamkan koleksinya untuk dibawa ke luar perpustakaan. Kegiatan sirkulasi meliputi keanggotaan, statistik (pembaca), peminjaman, pengembalian, baca di tempat. Bagian sirkulasi kadang berfungsi sebagai humas suatu perpustakaan karena peminat perpustakaan lebih dulu berkomunikasi tentang jasa yang diberikan melalui bagian ini.
Melalui jasa informasi, aktivitas perpustakaan mampu memanfaatkan koleksi perpustakaan secara optimal. Tujuan dari jasa informasi ialah:
a.       Agar bahan informasi yang dikelola perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal.
b.      Agar segera diketahui siapa yang meminjam dan mengembalikan bahan pustaka.
c.       Terjaminnya pengembalian pinjaman karena data peminjaman telah terekam dalam sistem administrasi perpustakaan.
d.      Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi.
Bagi perpustakaa kecil, beberapa kegiatan di atas dapat ditangani oleh satu bagian. Tetapi bagi perpustakaan besar, pelayanan sirkulasi dapat dibagi lagi menjadi beberapa unit kegiatan atau bagian sub bagian yang lebih rinci, misalnya unit statistic, unit keanggotaan, unit peminjaman, unit pengembalian, dan lainnya.

2.      Layanaan Referensi dan Informasi
Pelayana referensi adalah suatu kegiatan kerja yang berupa pemberian bantuan kepada pemakai perpustakaan untuk menemukan informasi. Bantuan tersebut berupa jawaban pertanyaan-pertanyaan dengan menggunakan koleksi referensi. Pelayanan referensi merupakan pelayana langsung karena ada komunikasi langsung antara petugas dengan pemustaka. Pelayanan referensi memberikan penjelasan, jawaban maupun informasi tentang sesuatu dengan caa menunjukkan sumbernya dan cara penemuannya. Koleksi referensi tidak harus dipelajari secara keseluruhan karena memang dipersiapkan untuk menjawab persoalan. Oleh karena itu diperlukan katalog manual maupun computer.
Tujuan dari layanan referensi dan informasi adalah:
a.       Memilihkan sumber rujukan ynag lebih tepat untuk menjawab pertanyaan dalam bidang tertentu.
b.      Memberikan pengarahan kepada pemakai untuk memperluas wawasan mereka mengenai subjek maupun topik tertentu. Sebab dalam pemakaian sumber-sumber ini akan diketahui jawaban dari berbagai sumber.
c.       Mendayagunakan sumber informasi maupun teknologi informasi yang tersedia.
d.      Tercapainya efisiensi tenaga, biaya, dan waktu.

D.    Koleksi Referensi
Buku-buku referensi merupakan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan referensi, maka perlu disediakan selengkap mungkin. Koleksi buku yang ada di ruang referensi ialah:
1.   Kamus, merupakan buku acuan yang berisi daftar kata-kata atau daftar istilah dengan artinya masing-masing atau yang berkenaan dengan arti/ definisi kata yang disusun secara sistematis.
2.     Ensiklopedia, merupakan buku atau buku acuan yang berisi karya universal yang menghimpun uraian tentang cabang ilmu pengetahuan atau bidang ilmu pengetahuan tertentu dalam artikel-artikel yang terpisah dan tersusun secara alvabetis, berisi penjelasan mengenai setiap cabang ilmu pengetahuan dan dikarang oleh ribuan pakar (ahli ilmu pengetahuan) dari berbagai cabang ilmu pengetahuan (menganai arti/definisi kata, istilah, nama orang, negara, tempat, organisasi, dan lain-lain).
3.  Direktori, merupakan buku acuan yang berisi daftar nama orang (pejabat)/ lembaga/badan/organisai dilengkapi dengan alamat, kegiatan, kode, dan data lainnya yang disusun secara sistematis (biasanya secara alvabetis atau urutan kode-kode nomor).
4.   Sumber biografi, merupakan buku acuan yang berisi informasi mengenai nama, tanggal lahir (sampai kematian), kedudukan, kegiatan, hobi, alamat, dan riwayat hidup lainnya dari orang-orang terkenal, yang disusun secara sistematis (alvabetis).
5.     Bibliografi, merupakan buku acuan yang berisi daftar buku dan/atau bahan pustaka lainnya yang disusun secara sistematis (pengelompokan menurut golongan ilmu pengetahuan dan/atau secara alvabetis, dan lain-lainnya).
Sumber geografi (ilmu bumi), merupakan sumber informasi geografis dalam bentu buku acuan atau karya penyajian informasi yang berupa kamus ilmu bumi (gazetteer), buku petunjuk (gueide books) atau pemandu wisata, atlas, peta/map globe (bola dunia), dan lainnya.
6.   Kumpulan indeks dan abstrak, indeks merupakan buku acuan yang berisi daftar karya tulis yang disusun secara sistematis (biasanya secara alvabetis). Karya tulis tersebut dapat berupa artikel terbitan berkala kutipan-kutipan/ bagian buku teks, tesis, disertasi, laporan penelitian, pidato dan lain-lainnya. Sedangka abstrak merupakan perluasan daripada indeks yang berisi ringkasan isi (sari karangan). Biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan makalah, artikel, tulisan, dan lain-lain yang pernah diterbitkan dan disebaluaskan.

Naaah, dari pemaparan diatas. Dapat ditarik kesimpulan yaitu 
Pelayanan di perpustakaan terutama pelayanan pembaca terdiri dari layanan sirkulasi dan referensi tetaplah mengacu pada layanan informasi, karena semua itu bertujuan untuk memberikan petunjuk/informasi bagi pengunjung atau pemustaka dalam pencarian bahan pustaka, peminjaman, pengembalian, dan lainnya. Semua informasi tersebut akan di jawab oleh pustakawan, seperti pendapat dari Prayitno dan Erman Amti (2004:259-260) yaitu layanan informasi adalah kegiatan memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas kegiatan atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki. Maka sangat penting penerapan layanan informasi bagi suatu kegiatan/ organisasi termasuk perpustakaan. Jika pelayanan pembaca tidak efektif maka dapat dilihat bahwa pemustaka akan merasa tidak puas. Begitupun sebaliknya, jika pelayanan pembaca puas maka pemustaka akan merasa puas. Maka tidak salah jika pelayanan pembaca dapat menjadi tolak ukur kualitas perpustakaan.
Koleksi-koleksi yang ada di ruang referensi meliputi kamus, ensiklopedia, direktori, sumber biografi, bibliografi, kumpulan indeks, dan abstrak. 




Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan teman-teman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Sentralisasi dan Desentralisasi

Knowledge Manajemen

Makalah Ushul Fiqh : Penalaran Ta'lili, Qiyas, dan Istihsan