Transformasi Perpustakaan (Pengertian dan Paradigma Perpustakaan)



Kamis, 21 Maret 2019
 

Semester baru, lembaran baru, dan tidak lupa tugas baru.
Disini saya dan teman-teman akan coba memaparkan menganai apa itu "Transformasi Perpustakaan".
Tidak terlalu mendalami karna kami hanya akan memaparkan pengertian dari transformasi perpustakaan dari beberapa ahli dan sedikit transformasi dari perpustakaan itu sendiri.
Tidak memperpanjang mukadimah, langsung aja deh yaa


Abad ke 21 adalah abad perubahan, abat yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan nyata. Dimana orang akan terus berpacu dan mengasah kemampuan diri. Memasuki abad ke 21 semua dituntut untuk serba cepat, tepat, akurat, termasuk manusianya yang harus mampu dalam menjalani profesinya masing-masing.
Rusman (2013)  mengatakan bahwa pendidikan abad ke 21 merupakan arus perubahan dimana guru dan siswa akan sama-sama memaknai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Melihat dari apa yang dikatakan oleh Rusman bahwa dalam kegiatan pembelajaran, peranan guru bukan hanya sebagai salah satunya sumber belajar, melainkan sebagai mediator dan fasilitator aktif. Jadi dapat kita ambil kesimppulan bahwa pembelajaran tidak hanya  didomisili oleh tenaga pendidik saja, melainkan tenaga kependidikan lainnya juga ikut berperan aktif, seperti pustakawan yang mengelola pustakawan dengan segudang ilmu dan informasinya.


A.           Pengertian Transformasi Perpustakaan
Transformasi adalah perubahan yang bersifat struktural, secara bertahap, total, dan tidak bisa dikembalikan lagi kebentuk semula (irreversible) (Danabalan, 1999).
Perpustakaan ialah sebuah ruangan dari bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca dan bukan untuk dijual.
Pengertian transformasi perpustakaan secara terminologi berasa dari kata transformasi dan perpustakaan. Transformasi secara harfiah berarti “perubahan rupa (bentuk, sifat fungsi, dan sebagainya)”. Sedangkan perpustakaan adalah suatu institusi yang didalamnya tercakup unsur koleksi (informasi), pengolahan, penyimpanan, dan pemakai (Purwono, 2013:2).
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa transformasi perpustakaan merupakan tahap perubahan pada sebuah perpustakaan yang dilakukan secara terstruktur dan bersifat permanen, yaitu perubahan nyata dan tidak bisa dikembalikan kebentuk semula, dan pada fase ini diharapkan dapat mengubah ke arah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

B.            Perpustakaan Masa Dahulu, Masa Kini, dan Modern
Perkembangan perpustakaan secara internasional meliputi berbagai benua, yaitu afrika, Asia, Australia, Eropa, dan Amerika. Kemudian, diikuti oleh perkembangan perpustakaan Univertas, Perpustakaan akademi ( college library), perpustakaan sekolah, perpustkaan khusus dan perpustakaan umum (Ensiklopedia Amerikana: 1978).
Berdasarkan periode perkembangan perpustakaan terbagi dalam tiga kelompok, yaitu:
1.        Perpustakaan Pada Masa Silam (Masa Dahulu)
Perubahan perpustakaan berjalan bersamaan dangan perkembangan peradaban dan budaya umat manusia. Namun perpustakaan merupakan mata rantai sejarah umat manusia yang dapat diitulis atau dibukukan, direkam, dan kemudian diabadikan atau disimpan di perpustakaan. Perpustakaan dulu atau masa silam mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a.    Jumlah dan jenis perpustakaan sedikit.
b.    Jumlah dan jenis koleksi masih terbatas.
c.    Jumlah pemakai sedikit, umumnya terbatas pada kalangan tertentu saja.
d.   Sistem pengolahan, penataan, pemakaiannya belum diatur seperti yang sekarang.
e.    Buku pedoman, standar, dan rujukan untuk membentuk perpustakaan masih langka.
f.     Sarana dan perlengkapan perpustakaan masih belum memadai.

2.        Perpustakaan Masa Kini
Perpustakaan yang kita gunakan sekarang telah mengalami banyak perubahan dalam banyak aspek. Dari perpustakaan akan digali, diteliti, dan dikembangkan ilmu pengetahuan dsssan tekologi, dan inovasi yang baru. Perkembangan perpustakaan masa kini semakin maju, terutama perpustakaan pengguruan tinggi yang dilengakapi oleh berbagai teknologi modern. Perpustakaan masa kini sudah berkembang sesuai dangan keinginan pemustaka yang dilayani dangan serba cepat dan tepat berbagai kebutuhan dapat terpenuhi, bila tidak maka perpustakaan akan ditinggalkan. Pengelolaan perpustakaan juga menggunakan konsep-konsep modern.
Jadi dari perpustakaan zaman dahulu dan masa kini telah banyak memiliki perubahan. Pada decade sebelumnya pengadaan masih dilakukan secara konvensional dan pada saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi computer dan internet dan perpustakaan zaman sekarang sudah mampu menciptakan dan membagikan informasi, inilah perbedaan dengan perpustakaan zaman dulu yang hanya menyediakan informasi.

3.        Perpustakaan Modern
Perkembangan teknologi telah mempengaruhi dunia perpustakaan, sebagian perpustakaan telah bertransformasi kedalam bentuk perpustakaan maya atau perpustakaan tanpa dinding bahkan perpustakaan digital.[6] Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, media dokumentasi informasi dan pengetahuan tidak lagi menjadi monopoli media cetak seperti buku. Hal ini disebabkan oleh penemuan media baru untuk menyimpan informasi.
Perpustakaan masa kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet. Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) membawa dampak tersendiri bagi perpustakaan. Perpustakaan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi apabila tidak ingin ketinggalan dalam menggapai informasi dan memberikan pelayanan yang prima terhadap penggunanya. Perpustakaan akan memerlukan anggaran yang lebih besar untuk memenuhi tuntutan pengembangan TI ini, staf / tenaga perpustakaan dituntut untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang TI, dan pemakai perpustakaan juga mau tidak mau harus dapat menyesuaikan diri dengan fasilitas TI yang ada di perpustakaan. Sehingga ternyata apabila tidak ditangani dengan baik, perkembangan teknologi informasi ini akan menjadi kendala tersendiri bagi perpustakaan.

C.           Pergesaran Paragdima Perpustakaan
Perpustakaan diera modern seperti sekarang ini bukan lagi seperti penilain mayoritas orang-orang masa lalu. Beberapa tahun ini, dunia teks mendapat tantangan dari temuan-temuan teknologi baru. Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, perpustakaan pun dituntut untuk mampu beradabtasi dengan hal tersebut. perpustakaan pada saat ini benar-benar dipilih sebagai salah satu pelaku perubahan. Dikatakan demikian karena perpustakaan merupakan tempsat dimana informasi-informasi tersimpan didalamnya dan disini pula sesungguhnya embrio intelektual diciptakan.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Sentralisasi dan Desentralisasi

Knowledge Manajemen

Makalah Ushul Fiqh : Penalaran Ta'lili, Qiyas, dan Istihsan